Label

Senin, 06 April 2015

apakah kamu termasuk "MTA"??



Apakah Kamu Termasuk  “MTA”??
Di sela-sela kesibukan mahasiswa tingkat akhir, terkadang kita bingung memanajemen waktu.
“Bagaimana jika revisiku tidak kunjung usai?,,
Terkadang juga berfikir kenapa aku harus dapat dosen yang killer padahal selama ini aku rajin, sementara temanku yang biasa saja dalam istilah jawanya tambeng,,eh malah dapat dosen yang enak?
Celotehan dari kawan, kakak angkatan, ataupun teman karib kadang juga ada beberapa patah kata yang keluar,”yakin kamu bisa lulus tepat waktu kalo dosen pembimbingnya orang itu?”
“Bahkan tetesan embun mata juga menyelingi ketika kudengar saat itu memiliki dosen pembimbing yang tak kuharapkan, seakan cuaca hari itu seketika mendung dan banyak kilat yang menyambar disertai gntur yang tak henti-henti, namun hanya aku yang merasa.
Ternyata di hatiku masih ada malaikat-malaikat kecil yang berkata ini hidupmu, jangan ragu, karena pada saat inilah Tuhan membuatkan rencana indah agar aku terus berjuang dan selalu ingat pada-Nya,agar aku senantiasa melantunkan do’a, dan agar kaki tangan ini bekerja pas pada porsi kemampuan yang semakin diuji.
Berbagai referensi mulai kucari setelah aku mendapatkan tema penelitian, membaca juga sudah mulai menjadi kegiatan tak terlupakan. Satu per satu kata mulai terangkai menyusun bab per bab tugas akhirku hingga sampai pada bab III metode.
Aku hanya manusia labil yang terkadang merasa iri ketika melihat temanku sudah hampir menyeminarkan proposalnya, angin yang awalnya bertiup lembut kini berubah menjadi badai hingga aku bersemangat untuk segera menyusul. Bergegas menemui dosen pembimbing yang jalan ceritanya cukup terjal, menunggu berjam-jam dan terkadang tidak mendapat kepastian hingga harus kembali esok harinya, sekali menghadap proposalnya berubah menjadi duri tajam yang seakan enggan aku tuk melihatnya lagi ketika penolakan halus datang dari mulut beliau dosen sekaligus motivatorku, mentalku jatuh lagi.

“Bukan seberapa banyak kita jatuh,,tapi yang harus fikirkan adalah bagaimana kita tunjukkan kemampuan wanita tegar untuk bangkit. Dan akhirnya kita mampu”

Referesi baru datang terkumpul dari yang mayoritas kudapat saat menjelajahi dunia (maya). Mulai dari nol kugerakkan jari jemariku menyusun kembali dan akhirnya setelah pengajuan beberapa kali ,acc seminar tertulis dalam secarik kertas sampul depan, Tuhan mengijinkanku untuk seminar proposal.
Tak cukup berheti pada titik ini, awal masalah baru ketika keterbatasan dana menamparku untuk menghambatku melaksanakan penelitian,namu berkat sumbangan dari orang tua sekaligus kakak tersayang yang mengadu nasib di luar negeri akhirnya proyek dapat terlaksana. Data - data terkumpul, sembari kuliah, pelaksanaan tugas akhir juga jalan. Hingga pada suatu saat proyek usaha mandiriku mengalami kerugian. Segera konsultasiku ke dosen pembimbing sembari menyerahkan pembahasan, setelah beberapa kali jatuh bangkit, acc sidang ditorehkan lagi pada kertas yang terbungkus map biru.
Dari sini aku sadar, Tuhan memang tidak selalu memberi apa yang kita minta, namun Dia tahu apa yang kita butuhkan, tak ada sukses yang instan, namun butuh perjuangan ekstra ntuk mencapai hasil yang maksimal, yang terpenting adalah yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk kita.

“Selamat Berjuang Mahasiswa Tingkat akhir (MTA), dititik ini mental dan usaha kita diuji.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar