Apakah
Kamu Termasuk “MTA”??
Di
sela-sela kesibukan mahasiswa tingkat akhir, terkadang kita bingung memanajemen
waktu.
“Bagaimana jika
revisiku tidak kunjung usai?,,
Terkadang
juga berfikir kenapa aku harus dapat dosen yang killer padahal selama ini aku rajin, sementara temanku yang biasa
saja dalam istilah jawanya tambeng,,eh malah dapat dosen yang enak?
Celotehan
dari kawan, kakak angkatan, ataupun teman karib kadang juga ada beberapa patah
kata yang keluar,”yakin kamu bisa lulus tepat waktu kalo dosen pembimbingnya
orang itu?”
“Bahkan
tetesan embun mata juga menyelingi ketika kudengar saat itu memiliki dosen
pembimbing yang tak kuharapkan, seakan cuaca hari itu seketika mendung dan
banyak kilat yang menyambar disertai gntur yang tak henti-henti, namun hanya aku
yang merasa.
Ternyata
di hatiku masih ada malaikat-malaikat kecil yang berkata ini hidupmu, jangan
ragu, karena pada saat inilah Tuhan membuatkan rencana indah agar aku terus
berjuang dan selalu ingat pada-Nya,agar aku senantiasa melantunkan do’a, dan
agar kaki tangan ini bekerja pas pada porsi kemampuan yang semakin diuji.
Berbagai
referensi mulai kucari setelah aku mendapatkan tema penelitian, membaca juga
sudah mulai menjadi kegiatan tak terlupakan. Satu per satu kata mulai terangkai
menyusun bab per bab tugas akhirku hingga sampai pada bab III metode.
Aku
hanya manusia labil yang terkadang merasa iri ketika melihat temanku sudah
hampir menyeminarkan proposalnya, angin yang awalnya bertiup lembut kini
berubah menjadi badai hingga aku bersemangat untuk segera menyusul. Bergegas menemui
dosen pembimbing yang jalan ceritanya cukup terjal, menunggu berjam-jam dan terkadang
tidak mendapat kepastian hingga harus kembali esok harinya, sekali menghadap
proposalnya berubah menjadi duri tajam yang seakan enggan aku tuk melihatnya
lagi ketika penolakan halus datang dari mulut beliau dosen sekaligus
motivatorku, mentalku jatuh lagi.
“Bukan seberapa
banyak kita jatuh,,tapi yang harus fikirkan adalah bagaimana kita tunjukkan
kemampuan wanita tegar untuk bangkit. Dan akhirnya kita mampu”
Referesi
baru datang terkumpul dari yang mayoritas kudapat saat menjelajahi dunia (maya).
Mulai dari nol kugerakkan jari jemariku menyusun kembali dan akhirnya setelah
pengajuan beberapa kali ,acc seminar tertulis dalam secarik kertas sampul
depan, Tuhan mengijinkanku untuk seminar proposal.
Tak
cukup berheti pada titik ini, awal masalah baru ketika keterbatasan dana
menamparku untuk menghambatku melaksanakan penelitian,namu berkat sumbangan
dari orang tua sekaligus kakak tersayang yang mengadu nasib di luar negeri akhirnya
proyek dapat terlaksana. Data - data terkumpul, sembari kuliah, pelaksanaan tugas
akhir juga jalan. Hingga pada suatu saat proyek usaha mandiriku mengalami kerugian.
Segera konsultasiku ke dosen pembimbing sembari menyerahkan pembahasan, setelah
beberapa kali jatuh bangkit, acc sidang ditorehkan lagi pada kertas yang
terbungkus map biru.
Dari
sini aku sadar, Tuhan memang tidak selalu memberi apa yang kita minta, namun
Dia tahu apa yang kita butuhkan, tak ada sukses yang instan, namun butuh
perjuangan ekstra ntuk mencapai hasil yang maksimal, yang terpenting adalah
yakin bahwa Tuhan selalu ada untuk kita.
“Selamat
Berjuang Mahasiswa Tingkat akhir (MTA), dititik ini mental dan usaha kita
diuji.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar