Label

Selasa, 03 November 2015



21th my birthday (01 November 2015)

 I was happy.. thanks God

21 mungkin bukan angka yang spesial bagi mayoritas penguasa bumi. Namun angka ini menjadi sesuatu yang meyimpan beberapa makna hidup bagi sosok kecil penangis malam yang selalu bermunajat pada Tuhan-Nya.
Di usia ini ada beberapa perubahan besar dimana saya harus memilih untuk menentukan jalan hidup, menemukan jati diri, dan belajar berkontribusi
21 target jangka pendek dan panjang ku jika Tuhan meridhoi, bismillah,
1.     Menjadi muslimah syar’i (01 November 2015)
2.    Sholat tahajud setiap malam (01 November 2015)
3.    Sholat duha tiap hari (01 November 2015)
4.    Berusaha selalu jujur dan sabar (01 November 2015)
5.    Wisudawati terbaik 2015 (desember 2015)
6.    Bekerja di perusahaan peternakan ternama dengan gaji besar (Desember 2015)
7.    Renovasi rumah ortu (2016)
8.    Sekolahin adik (2016)
9.    Beli mobil (2017)
10. Menikah dengan yang diharap dalam do’a, hehe....(2017)
11.  Terbit buku pertama best seller (2018)
12. Wirausaha peternakan (2018)
13. Inspirator muslimah terkenal (2019)
14. Menanggung ekonomi ortu (2020)
15. Merawat paman dan bibi
16. Menaikkan haji ortu
17. Pergi liburan keluar negeri hanya dengan suami
18. Membangun yayasan anak yatim piatu
19. Menerbitkan 21 buku inspirasi hidup
20.Menyekolahkan anak hingga yang dia mau
21. Menciptakan generasi penerus bangsa yang handal
Banyak pelajaran yang saya ambil dari perubahan umur setahun yang lalu hingga saya bernafas detk ini.
Umur 20 tahun saya masih berstatus pacaran dengan seorang yang pernah saya sayang karena saya tertarik tampang kerennya, semakin lama saya berfikir hanya bermodal keren saja tidak cukup tanpa berimbang pada pemahaman agama yang kuat, kecerdasan yang memadai, dan kemapanan baik lahir atau finansial maupun batinnya sehingga saya memutuskan untuk meninggalkan pacaran, sebenarnya juga karena faktor saya yang ingin berubah menjadi muslimah yang lebih baik, karena memang pacaran bukan hal yang dianjurkan Agama. Alhasil pria itu tidak sefaham dengan prnsip saya dan hubungan 3 tahun itu berubah menjadi silaturahmi biasa, bahkan dia sudah tidak menganggap saya terlahir untuknya. Dulu saya remaja yang belum mengerti tentang masa depan yang hakiki, namun sekarang saya tak mau tertipu lagi. Bahkan jika seorang bilang saya terlalu perfeksionis padahal saya sangat banyak keterbatasan, tak apa. Karena ucapan itu tak sepenuhnya salah. Saya manusia yang punya banyak kelemahan, maka dari itu saya berusaha untuk selalu menutupi kelemahan saya dengan melengkapkan seorang insan yang bisa merubah saya menjadi yang lebih baik. Terkesan egois memang, namun inilah hati saya berucap tanpa menutupi, karena kemunafikan tak akan membawa keberuntungan.
Pada usia 21 tahun ini, saya harus belajar dewasa untuk menyikapi persoalan hidup. Liku hidup pasti ada disetiap jalan insan termasuk saya, tak jarang ekonomi sebagai pemicu utamanya, juga termasuk yang saya alami sendiri. Yang paling berkesan dalam hidup saya, terutama saat kuliah. Setiap saya pulang ke rumah, sekali dua kali saya tak menangis, sisanya bisa anda hitung. Setiap akan kembali ke kosan saya harus menyaksikan orang tua berselisih faham masalah keterbatasan uang saku saya, dan mungkin karena saya terlalu sensitif dan berfikir dalam, ayah dan ibu saya bertengkar gara-gara saya. Saya merasa bukan menjadi jembatan pemersatu hati mereka, namun saya angin kencang yang berpotensi besar merobohkan pohon yang kokoh.
Pada usia ini saya akan diwisuda, bismillah semoga target menjadi wisudawati terbaik terlaksana. Saya sadar saat ini hanya ini yang saya bisa lakukan, berusaha semaksimal mungkin menjadi kebanggaan keluarga, sahabat, serta Negara lewat lembaga pendidikan dengan jalur bidikmisi (beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang insyaallah berprestasi). Seperti  sosok kecil yang ada di persimpangan, ingin melanjutkan kuliah demi cita-cita jadi dosen profesional namu belum menemukan pencerahan tentang finansial, atau bekerja untuk meringankan beban orang tua karena D3 memang diciptakan untuk melahirkan lulusan profesional siap kerja, namun raga ini belum mampu bergerak ke arah tertuju.
Di usia ini masih banyak hal yang perlu saya pertimbangkan matang matang agar saya tidak salah memilih. Saya hanya ingin menjadi muslimah yang berkontrbusi.
Di akhir tulisan ini, sanya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada
-          Orang tua: umi dan romo yang bertaruh segenap jiwa raga demi hidup saya yang lebih baik
-          Kakak-kakak saya yang selalu mendukung baik materi maupun motivasi
-          Para sahabat yang selalu membuat hidup ini lebih berwarna, mengajari tentang cara mempersatukan perbedaan baik sifat maupun pangkat
-          Serta seorang yang insyaallah selalu saya sebut dalam do’a selain orang tua dan keluarga saya. Semoga munajat ini segera di ijabah Yang Maha Kuasa dipersatukan denganmu mengisi kelanjutan hidup dunia dan akhirat, bismillah untukmu semoga benar menjadi imam yang baik kelak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar