Engkau selalu punya
berbagai cara untuk menguji seseorang yang kau sayang. Menguji kesabarannya dan
kesanggupannya menerima apapun yang terjadi untuk mengajarinya arti ikhlas atau
bisa juga untuk memberi dia pelajaran berharga bahwa hidup itu musti berjuang
dan selalu penuh perbaikan untuk kedepan yang lebih baik. Aku akui Engkau Maha
sempurna yang bisa melakukan apa saja dalam sekejap, bahkan untuk merubah
duniapun mampu tanpa aku haru memejamkan mata terlebih dulu. Kun Fayakuun..
Pernahkan kalian
menunggu sesuatu yang sangat diharapkan? pasti serasa detik tak akan mau
berubah menjadi menit. Menunggu bertemu seseorang yang sangat dicintai
misalnya? atau menunggu jawaban email dari dosen perkara revisi tugas akhir
atau laporan magang yang tak kunjung
usai. Pasti sangat mebosankan. Dan yang lebih parahnya lagi jika seseorang itu
terjangkit sindrom “BaPer (Bawa Perasaan)”,
menunggu sehari akan terasa sebulan dan sebulan akan jadi setahun hehehe..
Saya akan mencoba
memaparkan singkat beberapa hal yang membuat anda harus bersabar menunggu dan
bagaimana cara menyikapinya.
“sikap
sabar adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk manusia berjiwa kuat dan mulia”
Allah telah merencanakan
sebelumnya, dia tahu seberapa kuat iman kita, seberapa mampu kita bertahan dan
seberapa besar cinta kita kepada-Nya. Saya berkeyakinan bahwa semakin tinggi
iman seseorang maka Dia akan menguji kita dengan ketinggian yang setara atau
lebih rendah dari itu, bukan lebih tinggi sehingga kita tak mampu menghadapinya,
karena Allah tidak pernah mau mempersulit umatnya. Adapun jika hambaNya yang
merasa dipersulit, mereka akan di berikan jawaban lewat firmanNya yang artinya “ sesungguhnya sesudah kesulitan
itu ada kemudahan”. Dan yang perlu diingat kita punya dua senjata untuk
menghadapi ujian itu, dua senjata yang merupakan penghancur kebathilan jika
diasah dengan baik yaitu sikap sabar dan Sholat. Jika anda dapat menggunakan
dua senjata itu sebaik-baiknya. Semoga Allah menjadikan anda seseorang yang
berjiwa kuat dan mulia.Amin.
“sikap sabar timbul karena bagian pilihan anda
sendiri”
Berdasarkan
pengalaman saya. Sikap sabar itu timbul akibat dari tindakan sendiri misalnya
saja jika anda memilih calon pasangan hidup yang anda harapkan, ternyata dia
berprofesi sebagai abdi negara atau
apaun yang jelas membuat kalian terpaksa menjalani hubungan ala LDR (Long Distance Relationship), itu
merupakan pilihan yang anda ambil untuk jalan kedepan berdasarkan pertimbangan
jauh yang anda matangkan sebelumnya. Maka sikap sabar harus dipupuk dengan
zat-zat yang mengandung unsur positif misalnya rasa saling percaya, komunikasi
yang baik, dan senantiasa dialiri dengan do’a. Insyaallah Tuhan akan
memperindah jalannya .
“sabar
itu sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan, dunia dan akhirat”
Percaya atau tidak,
sukses itu tidak ada yang instan kecuali dengan Ridha dan pertolongan Allah SWT.
Tujuan orang normal adalah hidup sukses, mencapai target yang diinginkan demi
meperoleh suatu yang diharapkan yaitu kebahagiaan. Dalam proses pencapaian
target yang maksimal diperlukan suatu usaha. Usaha akan berjalan tidak
serta-merta tanpa perantara dan pertimbangan yang logis. Disini peran kesabaran
sangat dibutuhkan sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan. Mengapa
saya sebut begitu? Karena kita tidak bisa memastikan semua orang akan sukses
dalam sekali proses, ada proses yang selama ini menjadi momok mayoritas insan
yaitu “Jatuh”. Ketika suatu saat seseorang itu jatuh, kesabaran yang ada akan
menolong anda untuk bangkit dan terus melaju membuka pintu-pintu target.
Berbeda jika seseorang itu tidak memupuk kesabarannya, dia akan terus berada
dibawah karena merasa putus asa sehingga gagal dalam pencapaiannya. Inilah yang
dimaksud sabar sebagai penghilang kegagalan dan kunci kesuksesan. Berkaitan
dengan akhirat,”Innallaha ma’as shabirin” Allah akan bersama orang yang sabar.
Sudah diterangkan bahwa orang yang sabar akan didampingi oleh Allah, betapa
anda tidak yakin jika kelak akhiratnya juga akan sukses?
Yang harus kita tahu
bahwa sabar itu berbeda dengan putus asa. Bersabar itu mencoba menunggu
kepastian baik sembari diiringi dengan usaha peningkatan kualitas. Sedangkan
putus asa itu hanya berdiam diri bahkan merenungi yang telah terjadi tanpa ada
perbaikan.
Postingan blog kali ini terinspirasi oleh Dosen pembimbing
Praktek Kerja Lapang saya, terimakasih atas pelajaran yang anda berikan untuk
saya bersabar menunggu hingga revisi selesai dan mendapat ACC untuk jilid
sebagai bekal wisuda saya Desember 2015 nanti.
“Terimakasih untukmu Rabb-ku,
telah menganugrahkan sifat ini dan semoga Engkau selalu mengiringiku dalam
kegiatan perbaikan diri, dan dalam kondisi apapun hingga nanti”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar