Label

Jumat, 16 Oktober 2015

Tuhan, jika ini caraMu menyayangiku, Aku mau karena aku sudah punya cara membalas sayangMu




Engkau selalu punya berbagai cara untuk menguji seseorang yang kau sayang. Menguji kesabarannya dan kesanggupannya menerima apapun yang terjadi untuk mengajarinya arti ikhlas atau bisa juga untuk memberi dia pelajaran berharga bahwa hidup itu musti berjuang dan selalu penuh perbaikan untuk kedepan yang lebih baik. Aku akui Engkau Maha sempurna yang bisa melakukan apa saja dalam sekejap, bahkan untuk merubah duniapun mampu tanpa aku haru memejamkan mata terlebih dulu. Kun Fayakuun..
Pernahkan kalian menunggu sesuatu yang sangat diharapkan? pasti serasa detik tak akan mau berubah menjadi menit. Menunggu bertemu seseorang yang sangat dicintai misalnya? atau menunggu jawaban email dari dosen perkara revisi tugas akhir atau laporan magang yang tak  kunjung usai. Pasti sangat mebosankan. Dan yang lebih parahnya lagi jika seseorang itu terjangkit sindrom “BaPer (Bawa Perasaan)”, menunggu sehari akan terasa sebulan dan sebulan akan jadi setahun hehehe..
Saya akan mencoba memaparkan singkat beberapa hal yang membuat anda harus bersabar menunggu dan bagaimana cara menyikapinya.

“sikap sabar adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk manusia berjiwa kuat dan mulia”
Allah telah merencanakan sebelumnya, dia tahu seberapa kuat iman kita, seberapa mampu kita bertahan dan seberapa besar cinta kita kepada-Nya. Saya berkeyakinan bahwa semakin tinggi iman seseorang maka Dia akan menguji kita dengan ketinggian yang setara atau lebih rendah dari itu, bukan lebih tinggi sehingga kita tak mampu menghadapinya, karena Allah tidak pernah mau mempersulit umatnya. Adapun jika hambaNya yang merasa dipersulit, mereka akan di berikan jawaban lewat firmanNya  yang artinya “ sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Dan yang perlu diingat kita punya dua senjata untuk menghadapi ujian itu, dua senjata yang merupakan penghancur kebathilan jika diasah dengan baik yaitu sikap sabar dan Sholat. Jika anda dapat menggunakan dua senjata itu sebaik-baiknya. Semoga Allah menjadikan anda seseorang yang berjiwa kuat dan mulia.Amin.

 “sikap sabar timbul karena bagian pilihan anda sendiri”
Berdasarkan pengalaman saya. Sikap sabar itu timbul akibat dari tindakan sendiri misalnya saja jika anda memilih calon pasangan hidup yang anda harapkan, ternyata dia berprofesi  sebagai abdi negara atau apaun yang jelas membuat kalian terpaksa menjalani hubungan ala LDR (Long Distance Relationship), itu merupakan pilihan yang anda ambil untuk jalan kedepan berdasarkan pertimbangan jauh yang anda matangkan sebelumnya. Maka sikap sabar harus dipupuk dengan zat-zat yang mengandung unsur positif misalnya rasa saling percaya, komunikasi yang baik, dan senantiasa dialiri dengan do’a. Insyaallah Tuhan akan memperindah jalannya .

“sabar itu sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan, dunia dan akhirat”
Percaya atau tidak, sukses itu tidak ada yang instan kecuali dengan Ridha dan pertolongan Allah SWT. Tujuan orang normal adalah hidup sukses, mencapai target yang diinginkan demi meperoleh suatu yang diharapkan yaitu kebahagiaan. Dalam proses pencapaian target yang maksimal diperlukan suatu usaha. Usaha akan berjalan tidak serta-merta tanpa perantara dan pertimbangan yang logis. Disini peran kesabaran sangat dibutuhkan sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan. Mengapa saya sebut begitu? Karena kita tidak bisa memastikan semua orang akan sukses dalam sekali proses, ada proses yang selama ini menjadi momok mayoritas insan yaitu “Jatuh”. Ketika suatu saat seseorang itu jatuh, kesabaran yang ada akan menolong anda untuk bangkit dan terus melaju membuka pintu-pintu target. Berbeda jika seseorang itu tidak memupuk kesabarannya, dia akan terus berada dibawah karena merasa putus asa sehingga gagal dalam pencapaiannya. Inilah yang dimaksud sabar sebagai penghilang kegagalan dan kunci kesuksesan. Berkaitan dengan akhirat,”Innallaha ma’as shabirin” Allah akan bersama orang yang sabar. Sudah diterangkan bahwa orang yang sabar akan didampingi oleh Allah, betapa anda tidak yakin jika kelak akhiratnya juga akan sukses?
Yang harus kita tahu bahwa sabar itu berbeda dengan putus asa. Bersabar itu mencoba menunggu kepastian baik sembari diiringi dengan usaha peningkatan kualitas. Sedangkan putus asa itu hanya berdiam diri bahkan merenungi yang telah terjadi tanpa ada perbaikan.

Postingan blog  kali ini terinspirasi oleh Dosen pembimbing Praktek Kerja Lapang saya, terimakasih atas pelajaran yang anda berikan untuk saya bersabar menunggu hingga revisi selesai dan mendapat ACC untuk jilid sebagai bekal wisuda saya Desember 2015 nanti.

“Terimakasih untukmu Rabb-ku, telah menganugrahkan sifat ini dan semoga Engkau selalu mengiringiku dalam kegiatan perbaikan diri, dan dalam kondisi apapun hingga nanti”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar