Label

Kamis, 07 Januari 2016

Wisudaku......



Thanks a lot God,,you give me perfect result
Saya percaya jika perlakuan yang lebih akan membuahkan hasil lebih...bertawakkkal adalah kunci dari segalanya. Artinya kita semaksimal mungkin berusaha hingga puncak semangat, sementara itu berdo’a memasrahkan diri pada yang Maha Pemberi Kuasa.
19 desember 2015, hari teristimewa sepanjang sejarah selama saya kuliah di tempat awalnya dimana saya tidak yakin akan optimal meraih segala target saya. Tuhan inikah jawaban yang Engkau berikan  atas segala ketidaknyamanan hatiku, segala pertaruhan tenaga  untuk setiap tantangan dan ujian yang datang. Alhamdulilah saya merasakan nikmatnya
Tertegun hari itu ketika sepasang Nur ini melihat pada cuplikan artikel koran harian Jawa Pos tepatnya pada bagian Radar Jember menyatakan bahwa anak dari pasangan Imam Shokeh dan Jumiyati dapat meraih IPK tertinggi untuk jenjang D3 di Politeknik Negeri Jember, serasa doa malaikat juga meberi berkah,, terutama dua malaikat penjagaku semenjak kecil bahkan semenjak aku lahir.
3 tahun 0 bulan 0 hari, tepat saya menyelesaikan segala kebimbangan atas ketidak seratus persen keyakinan kaki ini melangkah. Saya sangat menyukai Fisika pada awalnya, tapi tuhan membelokkan arah hidup sehingga saya terjun di dunia Peternakan, jurusan yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Sebenarnya saya bisa masuk ke jurusan fisika, tapi karena suatu pilihan atas dasar keadaan ekonomi membuat saya meluruskan nurani ke sini, suatu arah yang insyaAllah mengantarkan saya pada kesuksesan hakiki.
Bergulat dengan materi biologi khususnya, melewatkan hari bersama unggas dan ruminan, serta malaikat-malaikat Tuhan yang dikirim kedunia menemani saya, para sahabat serta Dosen tercinta. Prinsip saya, dimanapun saya berada, apapun yang saya lakukan, saya harus berusaha semaksimal mungkin, hanya itu pendorong nyata dalam pencapaian target saya, sementara itu Tuhan yang tidak tidur akan senang melihat umatNya senantiasa mendekat padaNya. Salah satu cara saya adalah dengan rajin Bersujud (sebuah inspirasi yang saya ambil lewat buku karangan Ahmad rifa’i Rif’an dalam Perfect Muslimah). Sujud dalam pengertian ini memiliki beberapa makna. Pertama Sujud dalam sholat, artinya sholat sebagai fondasi harus kita jaga dan kita disiplinkan karena itu kewajiban Muslim. Kedua sujud dalam artian berdo’a bermunajat pada yang Maha Pemberi Hidup sebagai tanda bahwa tiada satupun yang patut diminta pertolongan kecuali Dia. Ketiga sujud dalam artian bersyukur, berterimakasih atas segala karunia sekecil dan dalam bentuk apapun. Keempat sujut dalam artian memasrahkan segala yang telah diusahakan pada Allah.
Jawaban yang sangat mengagumkan dariMu Rabbku.....

Selasa, 03 November 2015



21th my birthday (01 November 2015)

 I was happy.. thanks God

21 mungkin bukan angka yang spesial bagi mayoritas penguasa bumi. Namun angka ini menjadi sesuatu yang meyimpan beberapa makna hidup bagi sosok kecil penangis malam yang selalu bermunajat pada Tuhan-Nya.
Di usia ini ada beberapa perubahan besar dimana saya harus memilih untuk menentukan jalan hidup, menemukan jati diri, dan belajar berkontribusi
21 target jangka pendek dan panjang ku jika Tuhan meridhoi, bismillah,
1.     Menjadi muslimah syar’i (01 November 2015)
2.    Sholat tahajud setiap malam (01 November 2015)
3.    Sholat duha tiap hari (01 November 2015)
4.    Berusaha selalu jujur dan sabar (01 November 2015)
5.    Wisudawati terbaik 2015 (desember 2015)
6.    Bekerja di perusahaan peternakan ternama dengan gaji besar (Desember 2015)
7.    Renovasi rumah ortu (2016)
8.    Sekolahin adik (2016)
9.    Beli mobil (2017)
10. Menikah dengan yang diharap dalam do’a, hehe....(2017)
11.  Terbit buku pertama best seller (2018)
12. Wirausaha peternakan (2018)
13. Inspirator muslimah terkenal (2019)
14. Menanggung ekonomi ortu (2020)
15. Merawat paman dan bibi
16. Menaikkan haji ortu
17. Pergi liburan keluar negeri hanya dengan suami
18. Membangun yayasan anak yatim piatu
19. Menerbitkan 21 buku inspirasi hidup
20.Menyekolahkan anak hingga yang dia mau
21. Menciptakan generasi penerus bangsa yang handal
Banyak pelajaran yang saya ambil dari perubahan umur setahun yang lalu hingga saya bernafas detk ini.
Umur 20 tahun saya masih berstatus pacaran dengan seorang yang pernah saya sayang karena saya tertarik tampang kerennya, semakin lama saya berfikir hanya bermodal keren saja tidak cukup tanpa berimbang pada pemahaman agama yang kuat, kecerdasan yang memadai, dan kemapanan baik lahir atau finansial maupun batinnya sehingga saya memutuskan untuk meninggalkan pacaran, sebenarnya juga karena faktor saya yang ingin berubah menjadi muslimah yang lebih baik, karena memang pacaran bukan hal yang dianjurkan Agama. Alhasil pria itu tidak sefaham dengan prnsip saya dan hubungan 3 tahun itu berubah menjadi silaturahmi biasa, bahkan dia sudah tidak menganggap saya terlahir untuknya. Dulu saya remaja yang belum mengerti tentang masa depan yang hakiki, namun sekarang saya tak mau tertipu lagi. Bahkan jika seorang bilang saya terlalu perfeksionis padahal saya sangat banyak keterbatasan, tak apa. Karena ucapan itu tak sepenuhnya salah. Saya manusia yang punya banyak kelemahan, maka dari itu saya berusaha untuk selalu menutupi kelemahan saya dengan melengkapkan seorang insan yang bisa merubah saya menjadi yang lebih baik. Terkesan egois memang, namun inilah hati saya berucap tanpa menutupi, karena kemunafikan tak akan membawa keberuntungan.
Pada usia 21 tahun ini, saya harus belajar dewasa untuk menyikapi persoalan hidup. Liku hidup pasti ada disetiap jalan insan termasuk saya, tak jarang ekonomi sebagai pemicu utamanya, juga termasuk yang saya alami sendiri. Yang paling berkesan dalam hidup saya, terutama saat kuliah. Setiap saya pulang ke rumah, sekali dua kali saya tak menangis, sisanya bisa anda hitung. Setiap akan kembali ke kosan saya harus menyaksikan orang tua berselisih faham masalah keterbatasan uang saku saya, dan mungkin karena saya terlalu sensitif dan berfikir dalam, ayah dan ibu saya bertengkar gara-gara saya. Saya merasa bukan menjadi jembatan pemersatu hati mereka, namun saya angin kencang yang berpotensi besar merobohkan pohon yang kokoh.
Pada usia ini saya akan diwisuda, bismillah semoga target menjadi wisudawati terbaik terlaksana. Saya sadar saat ini hanya ini yang saya bisa lakukan, berusaha semaksimal mungkin menjadi kebanggaan keluarga, sahabat, serta Negara lewat lembaga pendidikan dengan jalur bidikmisi (beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu yang insyaallah berprestasi). Seperti  sosok kecil yang ada di persimpangan, ingin melanjutkan kuliah demi cita-cita jadi dosen profesional namu belum menemukan pencerahan tentang finansial, atau bekerja untuk meringankan beban orang tua karena D3 memang diciptakan untuk melahirkan lulusan profesional siap kerja, namun raga ini belum mampu bergerak ke arah tertuju.
Di usia ini masih banyak hal yang perlu saya pertimbangkan matang matang agar saya tidak salah memilih. Saya hanya ingin menjadi muslimah yang berkontrbusi.
Di akhir tulisan ini, sanya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada
-          Orang tua: umi dan romo yang bertaruh segenap jiwa raga demi hidup saya yang lebih baik
-          Kakak-kakak saya yang selalu mendukung baik materi maupun motivasi
-          Para sahabat yang selalu membuat hidup ini lebih berwarna, mengajari tentang cara mempersatukan perbedaan baik sifat maupun pangkat
-          Serta seorang yang insyaallah selalu saya sebut dalam do’a selain orang tua dan keluarga saya. Semoga munajat ini segera di ijabah Yang Maha Kuasa dipersatukan denganmu mengisi kelanjutan hidup dunia dan akhirat, bismillah untukmu semoga benar menjadi imam yang baik kelak.



Jumat, 16 Oktober 2015

Tuhan, jika ini caraMu menyayangiku, Aku mau karena aku sudah punya cara membalas sayangMu




Engkau selalu punya berbagai cara untuk menguji seseorang yang kau sayang. Menguji kesabarannya dan kesanggupannya menerima apapun yang terjadi untuk mengajarinya arti ikhlas atau bisa juga untuk memberi dia pelajaran berharga bahwa hidup itu musti berjuang dan selalu penuh perbaikan untuk kedepan yang lebih baik. Aku akui Engkau Maha sempurna yang bisa melakukan apa saja dalam sekejap, bahkan untuk merubah duniapun mampu tanpa aku haru memejamkan mata terlebih dulu. Kun Fayakuun..
Pernahkan kalian menunggu sesuatu yang sangat diharapkan? pasti serasa detik tak akan mau berubah menjadi menit. Menunggu bertemu seseorang yang sangat dicintai misalnya? atau menunggu jawaban email dari dosen perkara revisi tugas akhir atau laporan magang yang tak  kunjung usai. Pasti sangat mebosankan. Dan yang lebih parahnya lagi jika seseorang itu terjangkit sindrom “BaPer (Bawa Perasaan)”, menunggu sehari akan terasa sebulan dan sebulan akan jadi setahun hehehe..
Saya akan mencoba memaparkan singkat beberapa hal yang membuat anda harus bersabar menunggu dan bagaimana cara menyikapinya.

“sikap sabar adalah anugerah terindah dari Tuhan untuk manusia berjiwa kuat dan mulia”
Allah telah merencanakan sebelumnya, dia tahu seberapa kuat iman kita, seberapa mampu kita bertahan dan seberapa besar cinta kita kepada-Nya. Saya berkeyakinan bahwa semakin tinggi iman seseorang maka Dia akan menguji kita dengan ketinggian yang setara atau lebih rendah dari itu, bukan lebih tinggi sehingga kita tak mampu menghadapinya, karena Allah tidak pernah mau mempersulit umatnya. Adapun jika hambaNya yang merasa dipersulit, mereka akan di berikan jawaban lewat firmanNya  yang artinya “ sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Dan yang perlu diingat kita punya dua senjata untuk menghadapi ujian itu, dua senjata yang merupakan penghancur kebathilan jika diasah dengan baik yaitu sikap sabar dan Sholat. Jika anda dapat menggunakan dua senjata itu sebaik-baiknya. Semoga Allah menjadikan anda seseorang yang berjiwa kuat dan mulia.Amin.

 “sikap sabar timbul karena bagian pilihan anda sendiri”
Berdasarkan pengalaman saya. Sikap sabar itu timbul akibat dari tindakan sendiri misalnya saja jika anda memilih calon pasangan hidup yang anda harapkan, ternyata dia berprofesi  sebagai abdi negara atau apaun yang jelas membuat kalian terpaksa menjalani hubungan ala LDR (Long Distance Relationship), itu merupakan pilihan yang anda ambil untuk jalan kedepan berdasarkan pertimbangan jauh yang anda matangkan sebelumnya. Maka sikap sabar harus dipupuk dengan zat-zat yang mengandung unsur positif misalnya rasa saling percaya, komunikasi yang baik, dan senantiasa dialiri dengan do’a. Insyaallah Tuhan akan memperindah jalannya .

“sabar itu sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan, dunia dan akhirat”
Percaya atau tidak, sukses itu tidak ada yang instan kecuali dengan Ridha dan pertolongan Allah SWT. Tujuan orang normal adalah hidup sukses, mencapai target yang diinginkan demi meperoleh suatu yang diharapkan yaitu kebahagiaan. Dalam proses pencapaian target yang maksimal diperlukan suatu usaha. Usaha akan berjalan tidak serta-merta tanpa perantara dan pertimbangan yang logis. Disini peran kesabaran sangat dibutuhkan sebagai penghalang kegagalan dan kunci kesuksesan. Mengapa saya sebut begitu? Karena kita tidak bisa memastikan semua orang akan sukses dalam sekali proses, ada proses yang selama ini menjadi momok mayoritas insan yaitu “Jatuh”. Ketika suatu saat seseorang itu jatuh, kesabaran yang ada akan menolong anda untuk bangkit dan terus melaju membuka pintu-pintu target. Berbeda jika seseorang itu tidak memupuk kesabarannya, dia akan terus berada dibawah karena merasa putus asa sehingga gagal dalam pencapaiannya. Inilah yang dimaksud sabar sebagai penghilang kegagalan dan kunci kesuksesan. Berkaitan dengan akhirat,”Innallaha ma’as shabirin” Allah akan bersama orang yang sabar. Sudah diterangkan bahwa orang yang sabar akan didampingi oleh Allah, betapa anda tidak yakin jika kelak akhiratnya juga akan sukses?
Yang harus kita tahu bahwa sabar itu berbeda dengan putus asa. Bersabar itu mencoba menunggu kepastian baik sembari diiringi dengan usaha peningkatan kualitas. Sedangkan putus asa itu hanya berdiam diri bahkan merenungi yang telah terjadi tanpa ada perbaikan.

Postingan blog  kali ini terinspirasi oleh Dosen pembimbing Praktek Kerja Lapang saya, terimakasih atas pelajaran yang anda berikan untuk saya bersabar menunggu hingga revisi selesai dan mendapat ACC untuk jilid sebagai bekal wisuda saya Desember 2015 nanti.

“Terimakasih untukmu Rabb-ku, telah menganugrahkan sifat ini dan semoga Engkau selalu mengiringiku dalam kegiatan perbaikan diri, dan dalam kondisi apapun hingga nanti”

Kamis, 15 Oktober 2015

Tiba Saatnya..



Tiba Saatnya....
Kali ini masih membahas tentang mahasiswa yang berkutat dengan tugas akhirnya.
20 Mei 2015, hari yang mungkin akan tetap melekat di fikiran saya selama otak ini masih berfungsi, selama hati ini masih bisa merasa dan selama mata ini masih peka. Seminggu yang lalu nurani dan  fikiran ini masih bisa menghela lega,,mencoba menikmati senda gurau dengan sahabat-sahabat  di selang waktu pergantian lokasi magang, maklum untuk mahasiswa jurusan peternakan di wajibkan mengaktifkan kaki tangan di dua lokasi dengan komoditi yang berbeda. Awal hari  aktif yang cukup menggemaskan karena merasa kalau ternyata PHP-in itu tidak mengenakkan hati. Dua dari tiga dosen penguji sudah menyetujui bahwa tiga hari kedepan saya bisa melaksanakan sidang laporan tugas akhir, ternyata salah satu dosen lenyap bak ditelan bumi tak ada informasi, lalu admin jurusan bilang “wes nduk, banyakin do'a wae semoga segera ada kabar yang pasti”.
Iya hari-hari selanjutnya masih berlanjut dengan selingan refresh otak, chating, download video nuansa dakwah, hingga melupakan prioritas utama yaitu segera sidang. Seminggu kemudian bertemu dengan hari awal aktif para PNS setelah lewat masa weekendnya, Senin yang benar-benar menghentak raga. Hari itu sontak admin jurusan bilang kalau saya dapat melaksanakan sidang 2 hari lagi. Bukan petir lagi yang menyambar, tapi halilintar yang mengikuti anganku. Sementara untuk mahasiswa lain biasanya tidak semendadak ini, minimal seminggu sebelumnya sudah di beri aba-aba untuk mempersiapkan segala hal, termasuk materi, form yang harus diisi serta mental yang harus diperkuat.
“kamu jalan apa lagi dikejar anjing sih?”
Benakku sendiri yang bertanya pada raga. Sejenak terhenti langkah ketika sadar setelah 35 jam terfokus pada persiapan sidang, berlanjut hingga pada akhirnya tiba masa dimana pertaruhan raga beradu dengan tiga insan penempat kursi panas.
Ruang seukuran kamar kos, namun kali ini berbeda rasanya. Suasana hening di hiasi empat kursi kecil  disambut meja kayu mengkilap dengan satu papan tulis, disini raga seakan terpisah dengan ruhnya, imajinasi berlari berusaha menemukan ketenangan batin. Beneran gugup setengah mati, padahal selingan dzikir juga masih bernaung dalam hati berharap dilancarkan dalam penyampaian serta penghadapan diri pada ketiga insan yang jauh lebih patut di teladani.
Jarum arloji yang menempel di tangan telah bergeser tepat pada pukul 08.30 dua insan hebat sudah datang mengendarai motor, raut beliau menampakkan cahaya semangat menambah kobaran sesak dalam dadaku, tangan ini menjadi sedingin es, bukan karena pengaruh AC ruangan, tapi mungkin AC tubuhku yang sedang mengalami konsleting. Satu lagi insan berbobot dua kali lipat bobot badanku datang dengan wajah santai. Pertarunganpun dimulai.
Detik-detik pertama diawali dengan pembukaan dan doa dilanjutkan presentasi tentang hasil penelitian saya, “Penambahan Tepung Buah Mengkudu dalam Pakan untuk Meningkatkan Performa Produksi pada Usaha Broiler”, dari sini bisa di tebak kan saya mahasiswa jurusan apa?
        Iya saya salah satu mahasiswa yang dulunya memilih melanjutkan pendidikan disini lantaran program beasiswa bukan karena jurusan ini yang saya inginkan, sangat melesat jauh dengan target di masa putih abu-abu, calon fisikawati yang banting setir ke animal husbandry  (calon dosen peternakan). Entah mimpi saya memang ingin menjadi tenaga pendidik di bidang yang saya tekuni saat ini.
Pertanyaan demi pertanyaan dari ketiga insan bergantian melucuti isi tugas akhir saya hingga pada satu detik saya tertunduk dalam keheningan, hening karena saya tidak dapat menjawab pertanyaan yang seharusnya bisa di jawab oleh mahasiswa yang bukan baru lagi. Sepele, tapi berhubung lupa jadi gak karuan, alhasil salah satu dari beliau mengatakan “ Jangan-jagan saya terkecoh dengan tulisan yang alurnya sebagus ini, kamu tidak sebisa seperti yang saya bayangkan” iya mati rasa, lidah, tangan, badan, kaki tak dapat bergerak kecuali hembusan nafas yang berlanjut namun makin lirih. Beberapa menit kemudian saya diizinkan untuk keluar dan me-refresh otak, sontak sahabat-sahabat bertanya ”wes  mari to? Kok wes metu?” (“sudah selesai ya? Kok sudah bisa keluar?”) aku hanya bisa jawab “ aku Blank,,” iya mereka terbelalak dan segera memberiku sumbangat semangat hingga akhirnya saya dipanggil kembali ke dalam.
Sungguh menegangkan bak nonton film horor ketika saya melihat raut ketiga insan itu mengkerutkan dahi masing-masing menandakan terselip kekecewaan atas ketidakmaksimalan upaya saya, namun saya juga sadar kurang persiapan dan pendalaman materi. Dan kata yang paling saya ingat dari dosen pembimbing utama menggerakkan bibirnya di sela mataku yang mulai berkaca-kaca “ saya nyatakan kamu tidak mengulang” iya saya tidak tersenyum saat itu, namun berlinang air mata saya sembari mencium tangan ketiga insan berjasa itu. Mereka berpesan pada saya untuk selalu rendah hati, selalu berjuang, berupaya memaksimalkan kemampuan yang saya miliki, dan meyakinkan saya bahwa saya bisa.
Terimakasih yang sebesar-besarnya padaMu Rabbku, umi, abah, keluarga, tiga insan pendidik yang istimewa, serta sahabat-sahabatku tercinta, ayo kalian segera menyusul,, kita ciptakan alumni mahasiswa jurusan peternakan yang sukses dan berkualitas lahir dan batin.
((Dan spesial untuk seorang sahabat yang pernah mengatakan “ semangat belajar agamanya, ikhlaslah menuntut ilmu dunia dan akhiratnya karena itu kewajiban, niatkan karena Allah bukan karena suatu hal, semoga Allah menjagamu”, saya sangat berterimakasih kalimat ini selalu menyadarkan saya.))