Tiba Saatnya....
Kali
ini masih membahas tentang mahasiswa yang berkutat dengan tugas akhirnya.
20
Mei 2015, hari yang mungkin akan tetap melekat di fikiran saya selama otak ini
masih berfungsi, selama hati ini masih bisa merasa dan selama mata ini masih
peka. Seminggu yang lalu nurani dan fikiran ini masih bisa menghela lega,,mencoba
menikmati senda gurau dengan sahabat-sahabat
di selang waktu pergantian lokasi magang, maklum untuk mahasiswa jurusan
peternakan di wajibkan mengaktifkan kaki tangan di dua lokasi dengan komoditi
yang berbeda. Awal hari aktif yang cukup
menggemaskan karena merasa kalau ternyata PHP-in itu tidak mengenakkan hati. Dua
dari tiga dosen penguji sudah menyetujui bahwa tiga hari kedepan saya bisa melaksanakan sidang
laporan tugas akhir, ternyata salah satu dosen lenyap bak ditelan bumi tak ada
informasi, lalu admin jurusan bilang “wes nduk, banyakin do'a wae semoga segera ada kabar
yang pasti”.
Iya
hari-hari selanjutnya masih berlanjut dengan selingan refresh otak, chating,
download video nuansa dakwah, hingga melupakan prioritas utama yaitu segera
sidang. Seminggu kemudian bertemu dengan hari awal aktif para PNS setelah lewat
masa weekendnya, Senin yang benar-benar menghentak raga. Hari itu sontak admin
jurusan bilang kalau saya dapat melaksanakan sidang 2 hari lagi. Bukan petir lagi yang menyambar,
tapi halilintar yang mengikuti anganku. Sementara untuk mahasiswa lain biasanya
tidak semendadak ini, minimal seminggu sebelumnya sudah di beri aba-aba untuk
mempersiapkan segala hal, termasuk materi, form yang harus diisi serta mental
yang harus diperkuat.
“kamu jalan apa lagi dikejar anjing sih?”
Benakku
sendiri yang bertanya pada raga. Sejenak terhenti langkah ketika sadar setelah
35 jam terfokus pada persiapan sidang, berlanjut hingga pada akhirnya tiba masa
dimana pertaruhan raga beradu dengan tiga insan penempat kursi panas.
Ruang
seukuran kamar kos, namun kali ini berbeda rasanya. Suasana hening di hiasi
empat kursi kecil disambut meja kayu
mengkilap dengan satu papan tulis, disini raga seakan terpisah dengan
ruhnya, imajinasi berlari berusaha menemukan ketenangan batin. Beneran gugup
setengah mati, padahal selingan dzikir juga masih bernaung dalam hati berharap
dilancarkan dalam penyampaian serta penghadapan diri pada ketiga insan yang
jauh lebih patut di teladani.
Jarum
arloji yang menempel di tangan telah bergeser tepat pada pukul 08.30 dua insan
hebat sudah datang mengendarai motor, raut beliau menampakkan cahaya semangat
menambah kobaran sesak dalam dadaku, tangan ini menjadi sedingin es, bukan
karena pengaruh AC ruangan, tapi mungkin AC tubuhku yang sedang mengalami konsleting.
Satu lagi insan berbobot dua kali lipat bobot badanku datang dengan wajah
santai. Pertarunganpun dimulai.
Detik-detik
pertama diawali dengan pembukaan dan doa dilanjutkan presentasi tentang hasil penelitian
saya, “Penambahan Tepung Buah Mengkudu dalam Pakan untuk Meningkatkan Performa Produksi pada Usaha Broiler”, dari sini bisa di tebak kan saya mahasiswa
jurusan apa?
Iya
saya salah satu mahasiswa yang dulunya memilih melanjutkan pendidikan disini
lantaran program beasiswa bukan karena jurusan ini yang saya inginkan, sangat
melesat jauh dengan target di masa putih abu-abu, calon fisikawati yang banting setir ke animal husbandry (calon dosen peternakan). Entah mimpi saya memang
ingin menjadi tenaga pendidik di bidang yang saya tekuni saat ini.
Pertanyaan
demi pertanyaan dari ketiga insan bergantian melucuti isi tugas akhir saya
hingga pada satu detik saya tertunduk dalam keheningan, hening karena saya
tidak dapat menjawab pertanyaan yang seharusnya bisa di jawab oleh mahasiswa
yang bukan baru lagi. Sepele, tapi berhubung lupa jadi gak karuan, alhasil
salah satu dari beliau mengatakan “ Jangan-jagan saya terkecoh dengan tulisan
yang alurnya sebagus ini, kamu tidak sebisa seperti yang saya bayangkan” iya
mati rasa, lidah, tangan, badan, kaki tak dapat bergerak kecuali hembusan nafas
yang berlanjut namun makin lirih. Beberapa menit kemudian saya diizinkan untuk
keluar dan me-refresh otak, sontak sahabat-sahabat bertanya ”wes mari to? Kok wes metu?” (“sudah
selesai ya? Kok sudah bisa keluar?”) aku hanya bisa jawab “ aku Blank,,” iya mereka terbelalak dan
segera memberiku sumbangat semangat hingga akhirnya saya dipanggil kembali ke
dalam.
Sungguh
menegangkan bak nonton film horor ketika saya melihat raut ketiga insan itu
mengkerutkan dahi masing-masing menandakan terselip kekecewaan atas
ketidakmaksimalan upaya saya, namun saya juga sadar kurang persiapan dan
pendalaman materi. Dan kata yang paling saya ingat dari dosen pembimbing utama
menggerakkan bibirnya di sela mataku yang mulai berkaca-kaca “ saya nyatakan kamu tidak mengulang”
iya saya tidak tersenyum saat itu, namun berlinang air mata saya sembari mencium
tangan ketiga insan berjasa itu. Mereka berpesan pada saya untuk selalu rendah
hati, selalu berjuang, berupaya memaksimalkan kemampuan yang saya miliki, dan
meyakinkan saya bahwa saya bisa.
Terimakasih
yang sebesar-besarnya padaMu Rabbku, umi, abah, keluarga, tiga insan pendidik
yang istimewa, serta sahabat-sahabatku tercinta, ayo kalian segera menyusul,,
kita ciptakan alumni mahasiswa jurusan peternakan yang sukses dan berkualitas
lahir dan batin.
((Dan spesial untuk
seorang sahabat yang pernah mengatakan “ semangat belajar agamanya, ikhlaslah
menuntut ilmu dunia dan akhiratnya karena itu kewajiban, niatkan karena Allah
bukan karena suatu hal, semoga Allah menjagamu”, saya sangat berterimakasih
kalimat ini selalu menyadarkan saya.))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar