Label

Kamis, 15 Oktober 2015

Tiba Saatnya..



Tiba Saatnya....
Kali ini masih membahas tentang mahasiswa yang berkutat dengan tugas akhirnya.
20 Mei 2015, hari yang mungkin akan tetap melekat di fikiran saya selama otak ini masih berfungsi, selama hati ini masih bisa merasa dan selama mata ini masih peka. Seminggu yang lalu nurani dan  fikiran ini masih bisa menghela lega,,mencoba menikmati senda gurau dengan sahabat-sahabat  di selang waktu pergantian lokasi magang, maklum untuk mahasiswa jurusan peternakan di wajibkan mengaktifkan kaki tangan di dua lokasi dengan komoditi yang berbeda. Awal hari  aktif yang cukup menggemaskan karena merasa kalau ternyata PHP-in itu tidak mengenakkan hati. Dua dari tiga dosen penguji sudah menyetujui bahwa tiga hari kedepan saya bisa melaksanakan sidang laporan tugas akhir, ternyata salah satu dosen lenyap bak ditelan bumi tak ada informasi, lalu admin jurusan bilang “wes nduk, banyakin do'a wae semoga segera ada kabar yang pasti”.
Iya hari-hari selanjutnya masih berlanjut dengan selingan refresh otak, chating, download video nuansa dakwah, hingga melupakan prioritas utama yaitu segera sidang. Seminggu kemudian bertemu dengan hari awal aktif para PNS setelah lewat masa weekendnya, Senin yang benar-benar menghentak raga. Hari itu sontak admin jurusan bilang kalau saya dapat melaksanakan sidang 2 hari lagi. Bukan petir lagi yang menyambar, tapi halilintar yang mengikuti anganku. Sementara untuk mahasiswa lain biasanya tidak semendadak ini, minimal seminggu sebelumnya sudah di beri aba-aba untuk mempersiapkan segala hal, termasuk materi, form yang harus diisi serta mental yang harus diperkuat.
“kamu jalan apa lagi dikejar anjing sih?”
Benakku sendiri yang bertanya pada raga. Sejenak terhenti langkah ketika sadar setelah 35 jam terfokus pada persiapan sidang, berlanjut hingga pada akhirnya tiba masa dimana pertaruhan raga beradu dengan tiga insan penempat kursi panas.
Ruang seukuran kamar kos, namun kali ini berbeda rasanya. Suasana hening di hiasi empat kursi kecil  disambut meja kayu mengkilap dengan satu papan tulis, disini raga seakan terpisah dengan ruhnya, imajinasi berlari berusaha menemukan ketenangan batin. Beneran gugup setengah mati, padahal selingan dzikir juga masih bernaung dalam hati berharap dilancarkan dalam penyampaian serta penghadapan diri pada ketiga insan yang jauh lebih patut di teladani.
Jarum arloji yang menempel di tangan telah bergeser tepat pada pukul 08.30 dua insan hebat sudah datang mengendarai motor, raut beliau menampakkan cahaya semangat menambah kobaran sesak dalam dadaku, tangan ini menjadi sedingin es, bukan karena pengaruh AC ruangan, tapi mungkin AC tubuhku yang sedang mengalami konsleting. Satu lagi insan berbobot dua kali lipat bobot badanku datang dengan wajah santai. Pertarunganpun dimulai.
Detik-detik pertama diawali dengan pembukaan dan doa dilanjutkan presentasi tentang hasil penelitian saya, “Penambahan Tepung Buah Mengkudu dalam Pakan untuk Meningkatkan Performa Produksi pada Usaha Broiler”, dari sini bisa di tebak kan saya mahasiswa jurusan apa?
        Iya saya salah satu mahasiswa yang dulunya memilih melanjutkan pendidikan disini lantaran program beasiswa bukan karena jurusan ini yang saya inginkan, sangat melesat jauh dengan target di masa putih abu-abu, calon fisikawati yang banting setir ke animal husbandry  (calon dosen peternakan). Entah mimpi saya memang ingin menjadi tenaga pendidik di bidang yang saya tekuni saat ini.
Pertanyaan demi pertanyaan dari ketiga insan bergantian melucuti isi tugas akhir saya hingga pada satu detik saya tertunduk dalam keheningan, hening karena saya tidak dapat menjawab pertanyaan yang seharusnya bisa di jawab oleh mahasiswa yang bukan baru lagi. Sepele, tapi berhubung lupa jadi gak karuan, alhasil salah satu dari beliau mengatakan “ Jangan-jagan saya terkecoh dengan tulisan yang alurnya sebagus ini, kamu tidak sebisa seperti yang saya bayangkan” iya mati rasa, lidah, tangan, badan, kaki tak dapat bergerak kecuali hembusan nafas yang berlanjut namun makin lirih. Beberapa menit kemudian saya diizinkan untuk keluar dan me-refresh otak, sontak sahabat-sahabat bertanya ”wes  mari to? Kok wes metu?” (“sudah selesai ya? Kok sudah bisa keluar?”) aku hanya bisa jawab “ aku Blank,,” iya mereka terbelalak dan segera memberiku sumbangat semangat hingga akhirnya saya dipanggil kembali ke dalam.
Sungguh menegangkan bak nonton film horor ketika saya melihat raut ketiga insan itu mengkerutkan dahi masing-masing menandakan terselip kekecewaan atas ketidakmaksimalan upaya saya, namun saya juga sadar kurang persiapan dan pendalaman materi. Dan kata yang paling saya ingat dari dosen pembimbing utama menggerakkan bibirnya di sela mataku yang mulai berkaca-kaca “ saya nyatakan kamu tidak mengulang” iya saya tidak tersenyum saat itu, namun berlinang air mata saya sembari mencium tangan ketiga insan berjasa itu. Mereka berpesan pada saya untuk selalu rendah hati, selalu berjuang, berupaya memaksimalkan kemampuan yang saya miliki, dan meyakinkan saya bahwa saya bisa.
Terimakasih yang sebesar-besarnya padaMu Rabbku, umi, abah, keluarga, tiga insan pendidik yang istimewa, serta sahabat-sahabatku tercinta, ayo kalian segera menyusul,, kita ciptakan alumni mahasiswa jurusan peternakan yang sukses dan berkualitas lahir dan batin.
((Dan spesial untuk seorang sahabat yang pernah mengatakan “ semangat belajar agamanya, ikhlaslah menuntut ilmu dunia dan akhiratnya karena itu kewajiban, niatkan karena Allah bukan karena suatu hal, semoga Allah menjagamu”, saya sangat berterimakasih kalimat ini selalu menyadarkan saya.))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar