Seseorang hidup
tentunya tak lepas dari peranan orang lain,,
Dalam penilaian saya,
peranan orang lain begitu penting, entah orang tua, saudara, sahabat ataupun
teman yang hanya menorehkan sedikit warna dalam pengisian kanvas hidup saya. Nah
bingungnya saya, hingga saat ini saya masih belum percaya seratus persen bahwa
semua orang itu selalu tulus terhadap saya, mengingat saya juga tak selalu
tulus terhadap mereka, dan mengingat manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa.
Hanya 3 pihak yang selama
ini saya percayai 100% , Allah, Rasulullah, dan kalian berdua bu, pak.
Berbicara tentang peran
orang lain, akan saya khususkan pembicaraan ini pada sekelompok teman menurut
peranannya. Diantara beberapa insan ciptaan Tuhan memang tak jarang yang
perangainya bak malaikat dihadapan saya, ada saat kita dalam keadaan terpuruk,
dia selalu hadir mengubah ekspresi sedih saya seolah-olah melarang untuk
menunjukkan kelemahan saya, namun anehnya saya yang terkadang merasa belum bisa
maksimal selalu ada untuknya saat dia yang berada posisi sama saat saya merasa
dibawah.
Menurut pandangan saya, ada seorang insan yang selalu
bersama kemanapun saya singgah disitu dia juga ada, kami layaknya dua sisi
dalam sekeping mata uang, saking deketnya, entah saya yang terlalu memasang
ekspetasi berlebih terhadap setiap orang yang saya percaya, sehingga jika dia
melukai hati saya, rasanya tulus itu sudah menjelma jadi kejahatan. Inilah salah
satu kelemahan diri saya selalu menganggap semua orang itu selalu baik, namun
ketika sekali dua kali disakiti olehnya, hati langsung hancur dan anggapan baik
juga perlahan luntur. Sehingga jalinan yang selama ini putih menjadi ada bercak
warna, kedekatan tak sedalam dulu. Saya juga tak pernah selalu menyadari bahwa
dia bukan malaikat yang senantiasa menuruti perintah Tuhannya hingga selalu
berbuat yang terbaik. Maafkan atas kelamahan saya yang satu ini dan saya
berusaha untuk selalu memperbaiki diri.
Kelompok yang satu ini
sedikit unik, seperti burung yang berkelana mencari makan pada saat lapar, dan
setelah merasa kenyang berbalik arah menuju sarang masing-masing. Mereka
berdatangan saat ada keperluan entah itu mendadak atau terencana, setelah
urusannya selesai mereka pergi tanpa basa-basi, kemudian datang lagi saat
membutuhkan pertolongan dan pergi lagi, begitu seterusnya. Jangan bahas
penilaian negatifnya, yang penting sisi positifnya, dari sini saya bisa belajar
tulus membantu seseorang dari segi ilmu maupun materi.
Terakhir, adalah
golongan orang yang selalu mendukung secara kasat mata, namun di belakang saya
mereka adala bumbu dari permasalahan yang timbul dalam diri saya. Ibarat sebuah
drama mereka merupakan pemain figuran antagonis. Dampak positif yang bisa saya
ambil dari sini adalah harus selalu berhati-hati dalam bertindak, jujur dalam
melakukan sesuatu, dan menyadari bahwa ternyata banyak orang yang peduli dengan
saya, saya merasa sangat bersyukur dengan adanya kelompok ini karena mereka
yang dapat menunjukkan kelemahan saya sedikit demi sedikit dengan cara yang
sedikit berbeda.
“Ada fase dimana saya
membutuhkan golongan-golongan seperti itu untuk memperbaiki kualitas diri,
menjadi pribadi yang lebih dewasa, dan selalu berhati-hati. Saya tetap
membutuhkan kalian pada suatu waktu karena saya tahu sikap saya juga ada dalam
peranan yang saya ceritakan diatas bahkan mewakili semua peranan itu. yang
jelas, dari lubuk hati saya ingin menjadi sebaik-baiknya peran yang dapat
dipercayai orang 100%”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar